Revolusi Kognitif

Sejak semester 2 ini K10 diberi buku karya Yuval Noah Harari yang berjudul Sapiens. Aku membaca bagian 1 tentang Revolusi Kognitif tetapi tidak seluruh bagian aku mengerti karena aku membaca bukunya setengah-setengah.

Sapiens adalah Riwayat Singkat Umat Manusia, Sapiens sendiri merujuk pada spesies. Sapiens juga berkerabat dengan sesama genus manusia atau homo seperti neanderthal, soloensis, erectus, dan yang lainnya. Sapiens adalah spesies yang mengalami revolusi kognitif lebih cepat dari pada spesies lainnya. Itulah mengapa revolusi ini berperan sebagai penakluk belahan – belahan bumi di luar Afro-Asia dalam waktu yang sangat singkat yaitu 70 ribu tahun.

Pemburu-pengumpul adalah masa-masa awal Sapiens. Dengan teknologi yang sangat sederhana dibandingkan makhluk hidup lain yang mungkin lebih besar, lebih cepat dan juga ganas, sapiens memiliki keunggulan yang menarik yaitu mereka bisa menjinakkan dan memanfaatkan api. Api adalah salah satu yang membuat sapiens bertahan dari serangan hewan buas, juga berguna untuk menghangatkan diri di musin dingin dan juga berguna untuk memasak.

Homo Sapiens bisa beradaptasi dengan daratan dan lautan yang sangat luas sedangkan mamoth, dan binatang buas lainnya tidak bisa dan hewan-hewan itu berevolusi bahkan punah. Homo sapiens adalah spesies yang tidak akan pernah puas. Sapiens membuat kelompok untuk mencapai benua-benua yang bahkan sebelumnya tidak ada dalam imajinasi. Mereka membantai hewan-hewan purba dan mengubah struktur, menanamkan mitos, kepercayaan, agama, dan menciptakan kebudayaan, hingga di abad ke-21, manusia seolah-olah bisa menjadi Tuhan di bumi dengan proyek-proyek mereka.

Ikatan kebersamaan adalah salah satu yang membuat sapiens kuat dan efektif menguasai bumi dibandingkan spesies lainnya.

Para pemburu-pengumpul purba menderita lebih sedikit penyakit menular dibandingkan masyarakat petani dan industri. Hal ini terjadi dikarenakan sebagian besar orang dalam masyarakan pertanian dan industri hidup dalam pemukiman yang sangat padat, tidak higienis, dan permanen tempat berkembang biaknya bagi penyakit.

Pemburu-pengumpul purba mungkin memakan beri dan jamur saat sarapan, buah-buahan dan bekicot untuk makan siang, daging kelinci dan bawang liar untuk makan malam. Menu esok hari mungkin sepenuhnya berbeda, keanekaan ini memastikan para pemburu-pengumpul purba mendapatkan semua gizi yang dibutuhkan.

Pada masa sepuluh ribu tahun yang lalu, sapiens telah memasuki periode Revolusi Pertanian. Mereka meninggalkan kebiasaan memburu dan mulai mengenal teknik pertanian. Tidak hanya itu mereka juga memulai membangun desan dan juga berternak.

Ini semua adalah ringkasan buku sapiens bagian 1 menurut aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s